INTERVIEW WITH M ABDUH AZIZ

LIST PERTANYAAN DAN JAWABAN INTERVIEW

( M. ABDUH AZIZ )

 

M.Abduh Aziz

1. Q:  Bagaimana pemahaman suatu ide menurut Anda ?

A: Ide buat saya pribadi merupakan sebuah titik berangkat untuk merealisasikan konsep ataupun pesan-pesan yang ingin saya sampaikan melalui film-film yang saya buat. Ini penting sekali, karena diacuan artinya dalam ide ini saya harus bias memformulasikan apa yang ingin saya buat?, kenapa ini saya buat ? ,dan apa yang ingin saya sampaikan melalui apa yang akan saya buat.

2. Q:  Bagaimana pemahaman suatu konsep menurut Anda ?

A: Dari ide saya turunkan menjadi konsep kerja. Konsep kerja pengertiannya adalah implementasi dari ide. Bagaimana ide ini dioperasionalkan dalam berbagai bentuk. Misalnya kalau dalam film yang paling jelas konsepnya adalah saya harus punya cerita yang baik, saya harus punya subjek yang tepat, saya harus sudah bisa membayangkan bentuk filmnya seperti apa, saya sudah membayangkan bentuk visualisasinya seperti apa, saya sudah membayangkan bagaimana cara bertutur saya. Jadi, ide ini saya turunkan menjadi konsep-konsep yang kecil. Bisa dibilang treatment

3. Q:  Bagaimana cara atau strategi Anda dalam merealisasikan  di setiap karya Anda ?

A:  Kuncinya menurut saya sederhana saja, setelah pergi baru kita bias jalankan kalau kita tahu betul apa yang kita hadapi, medan yang kita hadapi, bahkan kita tahu betul apa yang kita punya. Jadi , strategi adalah bagaimana menyesuaikan apa yang kita punya dengan tantangan apa yang ada di medan, di lingkungan dimana kita akan bekerja. Nah, jadi disini strategi sudah menyangkut apa yang disebut possibility (kemungkinan). Kalau saya ga’ punya budget besar, saya ga mungkin memakai peralatan-peralatan yang biayanya mahal. Kalau biayanya kurang , saya ga mungkin cari lokasi atau tempat yang berada di luar jawa karena biaya saya terbatas. Kemudian saya juga melihat apakah ini bias dikerjakan dalam waktu pendek atau dalam waktu panjang? . lagi-lagi tergantung pada biaya dari waktu yang ada. Jadi sebenarnya kompromi-kompromi dilakukan disini. Kemudian perizinan dan segala macam. Jadi, strategi adalah bagaimana kita melihat atau mengoptimalkan apa yang kita punya untuk tujuan-tujuan supaya lebih efektif dan efisien.

4. Q: Bagaimana ukuran suatu ide dan konsep dianggap bernilai baik, dilihat dari idealisme dan bisnis ?

A:  Artinya ini problem di dunia kreatif pada umumnya, terutama di film. Bagaimana kita selalu peka untuk menilai ide yang kita anggap baik, ide yang kita anggap harus kita jalankan dengan demand atau kebutuhan pasar. Nah, tentu saja tidak serta merta kemudian karna pertimbangan pasar atau bisnis ini kemudian menghancurkan apa yang kita anggap baik dan benar. Tetapi paling tidak kita bisa berhitung kira-kira ini secara konsep bagus, secara ide bagus , secara bisnis atau pasar bisa diterima atau ga’ . Jadi ini balik lagi soal kemampuan kita atau kepekaan kita melihat peluang. Saya kira jangan dipertentangkan antara idealisme dengan bisnis. Berarti komplement. Karena saya percaya betul, kadang-kadang film-film yang dianggap ideal itu juga bisa laku dipasaran. Kalau timing dan bacaan terhadap kebutuhan benar . Jadi , idealisme harus tetap sejalan.

5. Q:  Bagaimana pendapat Anda tentang dunia industry kreatif (dunia penciptaan) di Indonesia?

A:  Nah, saya kira belakangan ini, mungkin 5- 10 tahun, demandnya meningkat. Kita lihat permintaan pasar meningkat. Misalnya kalau kita bayangkan awal tahun 98’ , produksi film Indonesia saja baru satu dua film. Kalau kita lihat rentang waktu sekarang (2011) atau 12-13 tahun ternyata film yang diproduksi atau  yang beredar di bioskop sudah 150 film / tahun. Berarti perkembangannya luar biasa. Berarti kebutuhan televisi itu meningkat. Saya kira industry music, industry fashion, industry film atau industry apa pun menunjukkan gradasi yang naik terus, saya kira masa depannya sangat baik di Indonesia.

6. Q:  Apa yang menjadi sumber inspirasi Anda dalam membuat Film ?

A:  Saya kira sama dengan teman-teman pembuat film atau penulis selalu stimulusnya adalah dari apa yang terjadi di sekitar sehari-hari. Jadi pengalaman juga termasuk. Saya paling tidak percaya bahwa ide itu harus menunggu ilham atau wahyu atau apapunlah. Karena sulit sekali mengukurnya. “Ilham” kadang-kadang jalan ke mal, jadi sulit sekali menemukan si Ilham . heheehhhe….

Jadi mungkin basisnya adalah peka pada apa yang terjadi di lingkungan. Sumber inspirasi saya datang dari menonton tv, saya melihat fenomena, saya baca Koran, majalah, melihat internet. Sumber ide dari mana saja. Dan biasanya ketika kita mendapat stimulus dari apa yang terjadi disekitar kita , itu merangsang kita untuk gelisah dan muncul pertanyaan . Mengapa bisa terjadi seperti ini ?, kenapa bisa begitu ?, Itu yang mendorong saya untuk mencari tahu lebih banyak dan itu dibutuhkan penelitian / riset. Saya ngobrol ketemu orang, saya nanya pada orang yang lebih tahu, saya menguji pendapat saya dengan banyak metode. Jadi saya kira, jangan dibatasi dimana kita mendapat ide. Sumber ide bisa hadir dimana saja.

7. Q:  Kendala apa saja yang dihadapi Pak Abduh sebagai seorang produser film documenter ?

A:  Memang lahan documenter belum seluas yang terjadi di lahan-lahan negara maju. Misalnya, kalau di Inggris, Perancis, Belanda, dan Amerika kebutuhan akan film documenter sangat besar. Jadi, trend disana selain film TV Komersial yang ada, mereka sangat haus pada program-program yang sifatnya lebih memberikan pengetahuan atau edukasi. Sehingga kebutuhan terhadap film jenis documenter tinggi. Nah, kendala di Indonesia, orang masih belum memahami pentingnya film documenter atau menariknya film documenter. Sehingga sulit sekali buat kita pembuat film, misalnya dalam rangka merealisasikan sebuah ide soal investor, soal Tv mana yang akan menayangkan (outlet), bioskop mana yang akan menayangkan. Beberapa negara, film documenter sama halnya film-film cerita itu sudah ditayangkan di bioskop-bioskop, di Indonesia belum. Tetapi kalau ke toko-toko CD/DVD sekarang ini, toh kalau program-program Discovery Channel, National Geographic itu laku keras. Kendalanya adalah kurang tersedianya dana-dana penciptaan untuk film documenter.  Di beberapa negara tidak bisa dilepaskan sumber-sumber pendanaan ini hanya dari sektor swasta. Tetapi tanggung jawab pemerintah. Karena film documenter punya fungsi edukasi yang tinggi sehingga pemerintah di negara-negara maju seringkali mengalokasikan dana yang sangat besar.

8.Q:  Bagaimana cara mengatasi kendala yang dihadapi oleh Pak Abduh selaku produser Film Dokumenter ?

A:  Cara mengatasi kendala tersebut memang dua atau tiga kali lebih berat. Pertama adalah ketika kita berhadapan dengan pihak ketiga yang kita anggap bisa membantu kita merealisasikan ide tersebut, kita harus meyakinkan mereka, kita harus mengedukasi mereka tentang betapa menariknya film documenter, betapa bergunanya film documenter. Memang ini juga sering kali tidak disambut. Tetapi saya kira upaya-upaya tersebut harus dijalankan. Kedua, dengan cara mengkampanyekan film documenter. Eagle Award salah satu cara untuk mempopulerkan film documenter dan saya kira beberapa tahun ini meningkat.

9. Q:  Pengalaman apa yang berkesan bagi Pak Abduh ketika membuat film documenter ?

A:  Banyak sekali pengalaman berkesan ketika membuat film documenter. Saya sangat senang ketika film documenter itu bisa merangsang orang untuk berdiskusi, memperdebatkan sesuatu. Film documenter saya yang terakhir mengenai kelompok seniman orde lama yang dianggap berasiliasi dengan partai komunis di Indonesia.             Tetapi setelah film itu saya buat, banyak sekali perdebatan yang menganggap ada pandangan berbeda dengan kelompok seniman ini. Jadi, disitu saya senang karena kemudian film saya “bisa membantu orang memahami peristiwa di zaman lalu dengan sudut pandang yang baru”. Tidak semua seniman pada saat itu terlibat PKI. Itu buat saya luar biasa sampai saat ini.

10. Q:  Apa harapan atau mimpi Pak Abduh mengenai Film Dokumenter untuk yang akan datang?

A:  Mimpi saya sesungguhnya, saya akan membuat film documenter dengan durasi yang lebih panjang seperti film bioskop dan bisa diputar bersama-sama dengan cerita film lainnya.

Advertisements

ANALYSIS OF TEROWONGAN CASABLANCA FILM

Sutradara        : Nanang Istiabudi

Produser         : Shankar RS

Penulis            :Fladhin Martha

Pemeran         : Asya Shara

Ardina Rasti

Nino Fernandez

Aldiansyah Taher

Jupiter Fourtissimo

Ray Sahetapy

Margie

Five Vi

Ki Joko Bodo

Titi Qadarsih

Donny Arifin

Distributor        : Indika Entertainment

Durasi              : 90 menit

Terowongan Casablanca adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2007. Film yang disutradari oleh Nanang Istiabudi ini dibintangi antara lain oleh Asya Shara, Ray Sahetapy, dan Titi Qadarsih.

Sinopsis

Setelah menghamili Astari, Refa malah pergi kuliah keluar negeri. Ketika suatu hari bertemu Astari, Refa malah merencanakan menggugurkan kandungan Astari. Namun saat prosesi pengguguran, Astari bangun dan melawan. Astari pun berhasil melarikan diri dari situ, meski anaknya sudah keluar separuh dari rahimnya dan bergelantungan di selangkangannya. Refa kalap, ia membunuh dan mengubur Astari di tanah kosong samping apartemennya yang memang banyak kuburan. Dia sama sekali tak mengetahui kalau jasad Astari sudah diambil Kuntilanak dan Astari pun menjadi setan Kuntilanak.

Sangaji, seorang dukun, berhasil memaku kepala Astari hingga dia menjelma menjadi manusia dan diserahkan pada Refa yang senang saja ditemani gadis mantan pacarnya itu. Namun saat mereka bermesraan Refa justru menarik paku yang menancap di kepala Astari yang selama ini menjadikan dia “manusia”, sehingga Astari kembali jadi Kuntilanak dan membunuhnya.

REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Terowongan_Casablanca

Ulasan – Terowongan Casablanca @ RuangFilm.com

ANALYSIS OF TIREN “MATI KEMAREN”

Jenis Film
– Horror/Comedy

Pemain
– Dewi Perssik, Baron Hermanto, Renee The, Aldi Taher

Sutradara
– Emil G. Hampp

Produser
– Ody Mulya Hidayat

Produksi
– Maxima Pictures

Sinopsis

Ranti (Dewi Perssik) ditemukan meninggal secara mendadak dan misterius. Hendra (Baron Hermanto), ayahnya, sangat marah dan dendam. Ketika mengubur, Hendra sengaja tidak melepas tali pocong Ranti, dengan maksud agar arwah Ranti mengejar orang yang membunuhnya. Ranti benar-benar jadi arwah penasaran, dan membuat geger.

Korban pertama yang didatangi arwah Ranti adalah Leo (Renee The). Semasa hiduypnya, Ranti pernah memergoki Leo berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, Maya (Deriell Jacqueline).

Selanjutnya, Ranti berubah menjadi wanita cantik dan menggoda Reno (Aldi Taher), suami Maya. Reno tergoda hingga terjadilah hubungan selingkuh.

Apa yang terjadi setelahnya, sungguh hal yang sangat menakutkan…

Review

Film terbaru dari Dewi Persik ini berjudul ‘Tiren (Mati Kemaren)’ film bergenre horor ini diproduksi oleh Maxima Pictures. Film yang penyutradaraannya dipercayakan kepada Emil G. Hampp ini masih seperti horor Indonesia pada umumnya.

Film ini mengisahkan tentang seorang wanita yang ditemukan mati dan dalam keadaan misterius. Namun karena sang ayah dendam maka tali pocong anaknya itu tidak dibuka, agar dapat menuntut balas atas kematian yang tidak wajar tersebut.

Jika dilihat dari poster, maka tidak ada kesinambungan antara poster dengan isi cerita yang diangkat dalam film tersebut. Kemudian mengenai judul juga tidak mewakili isi cerita. Karena pada dasarnya film ini bercerita bukan karena Mati Kemarennya. Melainkan wanita yang patah hati karena memergoki kekasihnya berselingkuh, sehingga menyebabkan ia terjatuh dan meninggal. Kemudian arwah dari wanita tersebut menuntut balas kepada orang-orang yang telah melukai perasaannya itu.

Secara keseluruhan film horor ini tidak berbeda dengan film-film horor Indonesia lainnya yang menampilkan musik yang menganggetkan, dan adegan-adegan yang penuh komedi. Menariknya dalam film ‘Tiren’ ini unsur mencekam yang diangkat genre horor ini tidak didapatkan. Bahkan sebaliknya, malah unsur komedi yang mampu memberikan hiburan kepada penontonnya.

Selain itu, dalam film ini banyak adegan-adegan yang lompat sehingga banyak adegan yang tidak saling berhubungan.

Reference

http://www.matikemaren.com

ANALYSIS OF SPLICE FILM

Release Date: 30 June 2010 (Indonesia)
Genre: Horror | Sci-Fi | Thriller
Pemain: Adrien Brody, sarah Polley, Delphine McGibbon, Abigail Chu 
Quality: DVDRip
Subtitle: Indonesia, English

SINOPSIS

FILM ini mengisahkan tentang dua ilmuwan kritis, Clive (Adrien) dan Elsa (Sarah). Keduanya bereksperimen menggabungkan DNA manusia dengan beberapa DNA binatang. Tapi Clive tidak menyadari, Elsa mencampur DNA-nya sendiri dengan beberapa DNA binatang. Maka tercipta makhluk sangat aneh. Clive tak tahan dengan kelakuan Elsa.

Makhluk ciptaan itu mulai bertumbuh. Awalnya, hanya punya dua kaki. Perlahan tangan mulai muncul. Disusul mulut dan hidung, berikutnya alis. Elsa menamainya Dern (Delphine).

Tak disangka, saudara Clive, Gavin (Brandon) memergoki keberadaan Dern. Dalam keadaan terpojok, Clive berupaya membunuh Dern dengan membenamkannya ke dalam air.

Sialnya, Dern juga bisa hidup di dalam air. Dern manusia sekaligus amphibi! Sebagai manusia, Dern punya perasaan. Ketika Clive mengajaknya berdansa, hati Dern tergetar. Punggungnya robek dan mengeluarkan sayap.

Splice mengedepankan karakter Elsa yang keras, obsesif, dan cenderung menyebalkan. Anda mungkin kesal menyaksikan Elsa mulai berlebihan, bersikeras memelihara si makhluk jejadian yang tidak jelas jenis spesiesnya.

Ketika Dern bikin ulah sekaligus memperlihatkan kecerdasannnya, tone film melembut.

Ada masa-masa, sineas Vincenzo mempermainkan perasaan penonton dan merangsang empati kepada Dern. Di sinilah kelebihan Splice, meski memperlihatkan beberapa bentuk menjijikkan, Anda yang mengklaim diri berperasaan lembut pun kemungkinan masih bisa bertahan di kursi bioskop.

Ilmuwan juga manusia, bisa khilaf. Splice merangkum kenekatan Elsa memulai eksperimen. Juga beban berat Elsa mengakhiri apa yang telah dimulai dengan segala konsekuensi.

Splice tidak menjanjikan hal baru. Tapi, kelihaian Vincenzo menarik ulur tone membuat film keluaran 2009 ini enak dinikmati. Perubahan kontur thriller menjadi horor di pengujung film tak membuat grand design cerita buram.

REFERENCE

http://www.imdb.com/title/tt1017460/

http://www.wikipedia.com

http://www.tempointeraktif.com

http://sinopsis-box-office.blogspot.com/2010/06/sinopsis-splice.html

Ju-on: Shiroi rojo

“Dengan penyajian sound effect yang khas, film ini akan membuat penonton terus terbayang-bayang akan sosok Ju-on.”

  • Judul film: Ju-on: Shiroi rojo / The Grudge: Old Lady in White
  • Genre: Horor
  • Sutradara: Ryuta Miyake
  • Penulis skenario: Ryuta Miyake dan Takashi Shimizu
  • Produser: Takashige Ichise
  • Studio produksi: Toei Video Company
  • Distributor: Toei Video Company
  • Negara: Jepang
  • Bahasa: Jepang
  • Durasi: 61 menit
  • Tahun Rilis:
      • 27 Juni 2009 (Jepang)
      • 9 Juli 2009 (Korea Selatan)

PEMERAN UTAMA

  • Akina Minami sebagai Akane Kashiwagi
  • Hiroki Suzuki sebagai Fumiya Hagimoto
  • Mihiro sebagai Chiho Tanemura
  • Aimi Nakamura sebagai Junko Isobe
  • Marika Fukunaga sebagai Yuka Kanehara
  • Akiko Hoshino sebagai  Haru
  • Takuji Suzuki sebagai Hideki Yasukawa
  • Tsuyoshi Muro sebagai Atsushi Isobe
  • Ichirota Miyakawa sebagai Hajime Kashiwagi

SINOPSIS

Di sebuah rumah, seorang anak secara brutal membunuh kelima anggota keluarganya setelah gagal ujian. Dia lalu menggantung diri, meninggalkan sebuah kaset rekaman di tempat kejadian berisi suara seorang gadis yang berkata, “Aku akan datang … Aku akan datang segera”. Itu adalah suara adik perempuannya, salah satu korban dari pembantaian keluarga, yang juga teman baik Akane di sekolah dasar.

Ketika Akane dan temannya masih muda, mereka mengenakan topi kuning dan tas merah ke sekolah. Akane, yang telah menjadi remaja, memiliki rasa supernatural yang kuat. Dia mulai melihat penampakan hantu perempuan mengenakan topi kuning dan tas merah.

REVIEW

Ju-on: Shiroi rojo adalah salah satu dari 2 film horor yang dikeluarkan pada hari yang sama di Jepang pada pertengahan tahun 2009, selain Ju-on: Kuroi shojo/The Grudge: Old Lady in Black. Film yang lebih dikenal di Amerika dengan judul The Grudge: Old Lady in White ini, merupakan hasil kerjasama antara sutradara Ryuta Mitake dengan produser terkenal Takashige Ichise, yang sukses dengan film-film horor Jepang seperti Ju-on 1-2, Shutter, dan The Grudge 1-3.

The Grudge: Old Lady in White bertemakan tentang 1 keluarga yang baru pindah rumah. Seperti biasa, mereka pindah tanpa mengetahui masa lalu dari rumah tersebut. Semua yang berhubungan dengan rumah ini dan penghuni barunya, kemudian akan merasakan kejanggalan dalam hidup mereka, tanpa diketahui sebabnya.

Sepanjang film yang berdurasi hanya sekitar 1 jam (61 menit) ini, anda akan disuguhi beberapa cerita yang pada awalnya terlihat tidak berhubungan satu dengan yang lain. Anda perlu sedikit berpikir dan memutar otak untuk merangkai alur yang ditampilkan, agar dapat mengerti jalan cerita secara keseluruhan.

Dari segi jalan cerita, penulis Takashi Shimizu (Ju-on, The Grudge) tidak banyak memberi variasi dibandingkan karya film-film horor Jepang sebelumnya. Adegan yang disuguhkan terkadang mudah ditebak, meskipun masih tetap menegangkan. Walau demikian, film ini masih layak ditunggu oleh penggemar film horor Jepang. Dengan penyajian sound effect yang khas, film ini akan membuat penonton terus terbayang-bayang akan sosok Ju-on.

Salah satu daya tarik dari film ini adalah rasa penasaran yang diberikan tentang siapa sebenarnya tokoh utama dalam film ini. Dan anda hanya akan mengetahui jawabannya di akhir film. Jadi tonton saja filmnya! =)

Referensi

Media Cinema by Blitz Megaplex

http://www.wikipedia.com

ANALYSIS OF HALLOWEEN 2 FILM

IDE CERITA         

Sungguh di luar dugaan saya. Pada saat saya ingin menonton Film Halloween I, saya tertarik sekali melihat cover dari film itu. Menyeramkan…!! Dan membuat saya penasaran. Ketika film ini mulai diputar, wow .. diawal cerita saya mulai tertarik dan ingin terus mengikuti. Tapi pada saat pertengahan cerita, Oh My God .. banyak sekali adegan seksnya.  Bukan itu yang bikin saya penasaran. Tetapi jalan cerita dari film itu. Ternyata film ini bercerita tentang seorang anak yang merasa dirinya tidak dianggap dan selalu dilecehkan  oleh keluarganya , yaitu Ayah dan kakaknya maupun oleh teman-temannya di sekolah. Jadi, si anak merasa dendam dengan siapa saja yang meremehkan dan menjelek-jelekan dirinya. Sedangkan pada Halloween 2, ide cerita yang dibuat kurang masuk akal. Alur cerita jelas namun tujuan dari film ini tidak jelas.

Konsep Cerita   : Si anak bernama Michael , yang diperankan oleh Chase Wright Vanek , pada film Halloween 1 memiliki karakter pendiam, tertutup, dan  kebiasaan aneh / tidak wajar, yaitu membunuh hewan peliharaannya sendiri. Karena ia membunuh kakak dan ayahnya sendiri, ia pun dimasukkan ke tempat rehabilitas. Karena dianggap mengalami gangguan jiwa. Pada Halloween 2, Michael melarikan diri dari penjara untuk mencari adik tirinya. Pada cerita HALLOWEEN 2 tidak begitu jelas , kenapa Michael masih tetap menjadi seorang pembunuh.. Dialog untuk si pemeran utama pada Halloween 1 sedikit sekali. Sedangkan pada Film Halloween 2 si actor tidak berdialog sama sekali. Hal itu yang membuat film ini tidak jelas konsep ceritanya. Ditambah lagi wajah si actor yang selalu ditutupi dengan topeng. Sehingga ekspresi si actor tidak kelihatan.

 

Directed by Rob Zombie
Produced by Malek Akkad
Andy Gould
Rob Zombie
Written by Rob Zombie
Based on Characters by:
John Carpenter
Debra Hill
Starring Malcolm McDowell
Tyler Mane
Sheri Moon Zombie
Brad Dourif
Danielle Harris
Scout Taylor-Compton
Music by Tyler Bates
Cinematography Brandon Trost
Editing by Glenn Garland
Distributed by Dimension Films
Release date(s) August 28, 2009 (2009-08-28)
Running time 105 minutes
Country United States
Language English
Budget $15,000,000
Gross revenue $39,318,589

 

SINOPSIS

 Eksposisi    : In a short flashback, Deborah Myers (Sheri Moon Zombie) visits her son, a young Michael Myers (Chase Wright Vanek), at Smith’s Grove Sanitarium. Deborah gives Michael a white horse statuette as a gift. Michael says that the horse reminds him of a dream he had of Deborah’s ghost, all dressed in white and leading a horse down the sanitarium halls toward Michael, telling him she was going to bring him home. Moving ahead fifteen years, after having shot an adult Michael (Tyler Mane), Laurie Strode (Scout Taylor-Compton) is found wandering around in a state of shock and covered in blood by Sheriff Brackett (Brad Dourif). Brackett takes Laurie to the emergency room. Meanwhile, the paramedics pick up the Sheriff’s daughter Annie (Danielle Harris) and Michael’s psychiatrist Dr. Loomis (Malcolm McDowell), who are still alive after having been attacked by Michael, and take them to the hospital. Presumed dead, Michael’s lifeless body is loaded into a separate ambulance. When the driver has a traffic accident Michael awakens and escapes the ambulance, walking toward a vision of Deborah dressed in white and leading a white horse.

Rising Action           : Michael appears at the hospital, and begins murdering everyone he comes across on his way to Laurie. Trapped in a security outpost at the gate, Laurie watches as Michael tears through the walls with an axe, but just as he tries to kill her, Laurie wakes up from the dream. It is actually one year later and Laurie is now living with the Bracketts. Michael’s body has been missing since last Halloween—still presumed dead—and Laurie has been having recurring nightmares about the event. While Laurie deals with her trauma through therapy, Loomis has chosen to turn the event into an opportunity to write another book. Meanwhile, Michael has been having visions of Deborah’s ghost and a younger version of himself, who instructs him that with Halloween approaching it is time to bring Laurie home; so he sets off for Haddonfield.

Climax           : As Michael travels to Haddonfield, Laurie begins having hallucinations that mirror Michael’s, which involve a ghostly image of Deborah and a young Michael in a clown costume. In addition, her hallucinations also begin to include her acting out Michael’s murders, like envisioning herself taping Annie to a chair and slitting her throat while dressed in a clown outfit—similar to how a young Michael murdered Ronnie White. While Laurie struggles with her dreams, Loomis has been going on tour to promote his new book, only to be greeted with criticism from people who blame him for Michael’s actions and for exploiting the deaths of Michael’s victims. When his book is finally released, Laurie discovers the truth: that she is really Angel Myers, Michael’s long lost sister. With the truth out, she decides to go partying with her friends Mya (Brea Grant) and Harley (Angela Trimbur) to escape how she is feeling. Michael appears at the party and kills Harley, then makes his way over to the Brackett house and stabs Annie repeatedly. When Laurie and Mya arrive they find Annie bloodied and dying. Michael kills Mya and then comes after Laurie, who manages to escape the house. While Laurie manages to flag down a passing motorist, Sheriff Brackett arrives home and finds his daughter dead. Laurie gets into the motorist’s car, but before they can escape Michael kills the driver and flips the car over with Laurie still in it. Michael takes the unconscious Laurie to an abandoned shed he has been camping out in. Laurie awakens to a vision of Deborah, and a young Michael, ordering her to say “I love you, mommy”.

Falling Action : The police discover Michael’s location and surround the shed. Loomis arrives and goes into the shed to try to reason Michael into letting Laurie go. Inside, he has to inform Laurie, who believes that the younger Michael is holding her down, that no one is restraining her and that she must maintain her sanity. Just then, Deborah instructs the older Michael that it is time to go home, and Michael grabs Loomis and begins repeatedly slashing his face and stabbing him in the chest. Stepping in front of a window while holding Loomis’s body, Michael is shot twice by Sheriff Brackett and falls onto the spikes of some farming equipment. Apparently released of the visions, Laurie walks over and tells Michael she loves him, then she stabs him repeatedly in the chest and finally in the face. The shed door opens and Laurie walks out, wearing Michael’s mask.

Resolution   : As she pulls the mask off, the scene transitions to Laurie in isolation in a psychiatric ward, grinning as a vision of Deborah dressed in white stands with a white horse at the end of her room.

 

Reference

http://www.firstshowing.net/2008/11/03/more-details-on-the-sequel-to-rob-zombies-halloween/

“‘Halloween II’ scares up surprisingly good stab at redefining slasher genre by director Rob Zombie”. Daily News.

http://www.nydailynews.com/entertainment/movies/2009/08/28/2009-08-28_halloween_ii_.html.

21cineplax

 

ANALYSIS OF KERETA HANTU MANGGARAI FILM

IDE DAN KONSEP CERITA

Film yang berjudul ‘Kereta Hantu Manggarai’ merupakan sebuah film bergenre horor yang digarap oleh sutradara Nayato. Film yang diproduksi oleh Rafi Film ini menceritakan dari kisah nyata tentang kereta hantu yang berada di jalur Bogor-Kota, beberapa tahun lalu, dimana kereta bergerak sendiri dari Bogor dan berhenti hingga Manggarai.

Secara keseluruhan film ini seperti film-film horor lainnya yang ada di Indonesia. Film ini masih menitik beratkan pada sosok hantu. Dan dengan adegan yang mengagetkan. Ditambah suara yang menyeramkan.

Meski demikian, kejanggalan terjadi ketika dimana Emily adik dari Rosa yang masuk kedalam alam hantu. Namun, Rosa yang mendapat gangguan dari mahluk-mahluk yang berada dikereta hantu.

Selain itu, penulis cerita dalam film ini sepertinya tidak melakukan riset yang benar dengan cerita-cerita kereta hantu yang selama ini menjadi rumor. Beberapa dialog pun terasa sangat kaku, sehingga menjadikan film ini tidak hidup.

Namun, hadirnya film ‘Kereta Hantu Manggarai’ telah mampu menambah koleksi perfilman Indonesia

 

Sutradara Nayato Fio Nuala
Produser Gope T. Samtani
Subagio Samtono
Penulis Ery Sofid
Pemeran Sheila Marcia Joseph
Melvin Lim
Stefanie Hariadi
Nadila Ernesta
Rina Hasyim
Gianina Emanuela
Fendi Trihartanto
Distributor Rapi Films
Durasi 89 menit
Negara Indonesia

 

SINOPSIS

Kakak beradik Rossa dan Emily terjebak dalam sebuah pertengkaran, sikap egois dan keras kepala yang dimiliki Emily ternyata membuat Rossa lepas kontrol, ia pun mengusir adik kandungnya tersebut dari rumahnya. Emily pun pergi ke Bogor untuk menemui tantenya.

Ternyata Rossa tidak pernah bertemu dengan Emily sejak malam pertengkaran itu. Dalam kebingungan, Rossa menceritakan semua kejadian kepada sahabatnya, Tari yang kemudian menaruh curiga, bahwa Emily dibawa pergi oleh kereta hantu. Meski tidak pernah percaya, Rossa mengikuti ajakan Tari untuk menemui Bobby, orang yang menjalankan situs ‘Dunia Gaib’ dan sangat terobsesi dengan kereta hantu. Konon, kekasih Bobby meninggal secara tragis akibat naik kereta hantu.

Bobby mengajak Dody dan Peggy untuk menaiki kereta hantu dibantu oleh Ki Anom, seorang paranormal. Di stasiun Manggarai mereka melakukan ritual. Setelah muncul, mereka akhirnya menaiki kereta hantu tersebut. Berbagai peristiwa mengerikan terjadi selama mereka di atas kereta hantu. Akhirnya, mereka selamat berkat pertolongan Ki Anom.

Apa yang terjadi di dalam kereta hantu rupanya terus meneror dan mengikuti mereka satu persatu, terutama sosok hantu yang paling mengerikan. Satu persatu mereka tewas dan Rossa juga kerap mengalami penampakan. Rossa akhirnya terpaksa meminta Tari untuk bertemu kembali dengan Bobby. Bobby kembali membantu Rossa mencari Emily yang hilang diatas Kereta Hantu dengan bantuan Ki Anom.

Note :

Kalau menurut saya film horror ini kurang bagus ceritanya.. Terlalu monoton. Dalam film ini ceritanya hanya mencari Emily yang hilang karena terjebak di dalam kereta hantu manggarai. Disini tidak menceritakan secara keseluruhan tentang kereta hantu Manggarai.

Referensi :

RuangFilm.com

www.wikipedia.com

 

Previous Older Entries